FCL (Full Container Load) dan LCL (Less Container Load) adalah istilah yang digunakan dalam transportasi angkutan laut internasional. FCL dan LCL berbeda baik dengan definisi dan praktik.
Jika kebutuhan Anda adalah mengangkut kargo dengan ukuran kecil yang tidak dapat dikirim melalui kantor pos biasa – namun biaya pengiriman udara sudah sangat tinggi untuk barang paket semacam itu – dan untuk mengangkut seluruh kontainernya masih terlalu kecil kapasitasnya, maka pengiriman kargo gabungan/kolektif yang Anda perlukan.
Jadi, berapa hitungan dimensi kargo sehingga diterima untuk pengiriman kolektif? Menurut standar dunia, jika volume kiriman tidak melebihi setengah volume kontainer (volume kontainer standar 20 kaki memiliki volume 33.2m3), kiriman gabungan - LCL diterapkan.
Okay, mari kita bahas lebih lanjut. Misalnya Anda menemukan barang yang menarik di web portal di China, dan Anda ingin membelinya – dan sekarang Anda perlu memikirkan bagaimana cara shipping-nya agar bisa sampai ke alamat Anda. Langkah berikutnya Anda merequest untuk pengirimannya, dan pihak kami (Blink Prima Mandiri) segera menghubungi agen kami di luar negeri di kota terdekat dari tempat pengiriman. Kami akan mengurus dan mengambil kargo dari penjual/seller yang Anda order dan mengirimkannya ke gudang perwakilan kami (warehouse). Di gudang ini, merupakan tempatnya pengiriman kontainer di seluruh dunia, termasuk ke negara-negara Eropa dan lainnya.
Untuk mengurus Cargo consolidation pastinya tidaklah segampang dan perusahaan atau perwakilan yang Anda percaya haruslah berpengalaman dibidangnya dalam mengatur semua proses transportation dan shipping. Hal ini diperlukan untuk mengendalikan quality control barang yang benar dan mengahandle pengiriman barang dengan baik, baik itu juga urusan dalam hal-hal yang berhubungan dengan dokumen pabean (bea cukai), serta urusan form pengiriman kontainer. Berikutnya yang perlu diperhatikan bahwa di negara tujuan pengirimannya kargo harus menjalani screening bea cukai dan pengurusan semua dokumen yang diperlukan untuk barang masuk. Dan selanjutnya kemudian pengantaran barang ke alamat yang ditentukan tepat ke penerima barang dengan baik.
Penggunaan LCL
Saat mengangkut kargo konsolidasi (consolidated cargo), Anda tidak perlu khawatir mengembalikan kontainer setelah pengiriman. Karena bersama dengan kargo Anda dalam kontainer terdapat barang pengirim barang lainnya yang diangkut, pengembalian kontainer merupakan urusan berikutnya dari container line. Pengirim LCL hanya perlu memperhatikan urusan dengan muatan kargo yang harus diangkut pengirimannya.
Perlu dicatat bahwa barang-barang berbahaya tidak pernah diterima untuk pengangkutan kargo konsolidasi – yang mudah terbakar, mudah meledak, radioaktif, dll.)
Indonesia berusaha untuk menggenjot ekspor didukung oleh Bank Indonesia (BI). Upaya ekspor dibutuhkan untuk menekan rasio utang luar negeri terhadap current account receipts yang tinggi yang mencapai 170%.
Mengutip data BI, rasio utang luar negeri terhadap penerimaan ekspor barang dan jasa Indonesia sebesar 170%, Brasil di level 261,5%, Turki di level 207,9%. Selanjutnya, Afrika Selatan 153,8%, Malaysia dan India di level 89%, dan Filipina 61%.
Seperti yang dijelaskan oleh Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, "Presiden sudah jelas kita perlu mendorong ekspor dan mendorong investasi yang berorientasi ekspor. Supaya rasio utang luar negeri terhadap penerimaan ekspor barang dan jasa menjadi lebih baik," ujarnya saat acara Soft Launching CNBC Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).
Namun, rasio utang luar negeri Indonesia secara keseluruhan terhadap PDB sebesar 34,5% atau hampir sama dengan Thailand 33,9%. Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB masih lebih rendah dibandingkan Turki yang sebesar 54,2% dan Malaysia 68%. Rasio tersebut masih kalah rendah dibandingkan India 25,9% dan Afrika Selatan 12,4%
Mengutip data BI, rasio utang luar negeri terhadap penerimaan ekspor barang dan jasa Indonesia sebesar 170%, Brasil di level 261,5%, Turki di level 207,9%. Selanjutnya, Afrika Selatan 153,8%, Malaysia dan India di level 89%, dan Filipina 61%.
Seperti yang dijelaskan oleh Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, "Presiden sudah jelas kita perlu mendorong ekspor dan mendorong investasi yang berorientasi ekspor. Supaya rasio utang luar negeri terhadap penerimaan ekspor barang dan jasa menjadi lebih baik," ujarnya saat acara Soft Launching CNBC Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).
Namun, rasio utang luar negeri Indonesia secara keseluruhan terhadap PDB sebesar 34,5% atau hampir sama dengan Thailand 33,9%. Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB masih lebih rendah dibandingkan Turki yang sebesar 54,2% dan Malaysia 68%. Rasio tersebut masih kalah rendah dibandingkan India 25,9% dan Afrika Selatan 12,4%
PT BLINK PRIMA MANDIRI telah banyak menghandle Jasa Import Garmen dan Textile dari China ke Jakarta. Jasa kami meliputi Jasa Ekspedisi Import Door to Door, sehingga banyak customer kami sangat terbantu dan puas akan pelayanan kami.
Dengan begitu kami turut membantu dan mensukseskan bisnis usaha Anda dengan pelayanan yang All Out dalam Jasa Ekspedisi Cargo Import Door to Door Service.
Bagi Anda yang baru pertama kali dan ingin belajar Import Barang China bisa menggunakan jasa dari PT Blink Prima Mandiri, kami sangat capable dalam mengecheck/quality control barang terlebih dahulu dari pabrik sebelum dikirim ke tempat Anda. Kami dapat meneliti kebeneran mengenai pabrik penyuplai/seller supplier yang ada di China sebelum bertransaksi. Jasa Ekspedisi Import kami sudah banyak menangani barang import masuk seperti, Mainan Anak, Garment/Textile, Car Accessories, Stationery, Aksesoris Handphone, USB, Mesin, dll.
Kami berpengalaman dalam Bisnis Import Barang dari China ke Indonesia, apalagi dengan kebijakan pemerintah yang ketat dalam mengawasi Import Borongan Door to Door akhir-akhir ini, masih banyak customer kami puas dan menggunakan Jasa Import dari kami terutama dalam Jasa Kirim Import Borongan/Import Resmi Textile.
Hubungi kami segera dan temukan prospek Anda di pasar global sekarang.
PT. Blink Prima Mandiri - Trading Company
Jl. Krekot Bunder Raya No. 11A, Pasar Baru, Jakarta 10710
Telp. +628999002215 (WhatsApp)
E-mail: yuanita@blinkprimamandiri.com
www.blinkprimamandiri.com
Ingin import sendiri tanpa dipusingkan Bea Cukai? Tidak tahu tempat belanja yang bagus? Tidak bisa berbahasa Mandarin?
| Stuffing Container |
Kami solusinya, sehingga Anda tanpa perlu menghabiskan waktu dan energi percuma. Anda tidak perlu mendaftar di pasar tersebut di China dan tentunya Anda tidak perlu khawatir tentang proses pengiriman ke alamat Anda di Indonesia.
Jasa Belanja
Belanja grosir belajar ekspor import China, Aman dan Terpercaya. Dilengkapi dengan QC/Quality Control oleh Team kami.
Cargo/Logistik
Jasa forwarder Indonesia, melayani impor barang atau produk dari negara China, Singapore, Bangkok, dan negara lainnya.
Kami menjaga hubungan yang baik dan langgeng dengan customer kami. Hubungi kami di +628999002215
PT. Blink Prima Mandiri - Cargo & Freight Company
Jl. Krekot Bunder Raya No. 11A, Pasar Baru, Jakarta 10710
Telp. +628999002215 (WhatsApp)
www.blinkprimamandiri.com
Ingin import sendiri tanpa dipusingkan Bea Cukai? Tidak tahu tempat belanja yang bagus? Tidak bisa berbahasa Mandarin?
Hubungi kami di +62811 1471 168 www.blinkprimamandiri.com
Hubungi kami di +62811 1471 168 www.blinkprimamandiri.com
Popular Posts
-
Customs Clearance suatu proses pemeriksaan dokumen, perhitungan biaya-biaya pajak resmi, dan proses pengeluaran barang yang dilakuka...
-
1688.com sebenarnya sama seperti Alibaba.com, tetapi semuanya dalam bahasa China, dan untuk pasar domestik di China. Beberapa produk dipe...
-
Blink Cargo International Freight Forwarding - Jasa Undername Import - Ekspedisi Muatan Kapal Laut - Jasa Pengurusan Impor Barang China, ...
Powered by Blogger.
Blog Archive
- April 2021 (3)
- March 2021 (1)
- February 2021 (3)
- January 2021 (3)
- November 2020 (1)
- October 2020 (3)
- August 2020 (1)
- July 2020 (1)
- March 2020 (2)
- January 2020 (3)
- December 2019 (3)
- November 2019 (3)
- October 2019 (3)
- September 2019 (3)
- August 2019 (3)
- July 2019 (3)
- June 2019 (3)
- May 2019 (3)
- April 2019 (3)
- March 2019 (3)
- February 2019 (3)
- January 2019 (3)
- December 2018 (3)
- November 2018 (3)
- October 2018 (3)
- September 2018 (3)
- August 2018 (3)
- July 2018 (3)
- June 2018 (3)
- May 2018 (3)
- April 2018 (3)
- March 2018 (3)
- February 2018 (3)
- January 2018 (3)
- December 2017 (3)















